Pasal 30
BAB 5 — TATA UPACARA
(1) Pembacaan Keputusan pengangkatan dalam upacara pelantikan dilakukan oleh petugask upacara. (2) Pembawa acara dalam upacara dilakukan oleh petugas yang membidangi keprotokolan. (3) Saksi dalam upacara pelantikan adalah pejabat yang memiliki jabatan, pangkat/golongan lebih tinggi atau sekurang-kurangnya sama dengan pejabat yang dilantik (4) Rohaniawan pendamping dalam pengambilan sumpah jabatan adalah pejabat dari Kementerian Agama atau Kanwil Kementerian Agama atau rohaniawan lain yang ditunjuk Kementerian Agama atau Kanwil Kementerian Agama. (5) Pengaturan tata cara upacara pelantikan dapat disesuaikan dengan keadaan tempat upacara. (6) Naskah sumpah jabatan dibacakan oleh pejabat yang melantik dan diikuti oleh pejabat yang dilantik. (7) Naskah berita acara sumpah jabatan memuat data pejabat yang akan dilantik sebagai berikut: a. Nama; b. Tempat tanggal lahir; c. Agama; dan d. Jabatan baru.
(8) Naskah pidato sambutan pimpinan upacra disiapkan oleh unit kerja yang membidangi kepegawaian Komnas HAM. (9) Susunan acara dalam pelaksanaan upacara pelantikan diatur sebagai berikut: a. Pembukaan; b. Pembacaan Keputusan pengangkatan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan; c. Pengambilan sumpah jabatan oleh pimpinan upacara; d. Penandatangangan naskah berita acara sumpah jabatan; e. Penandatanganan dokumen pakta integritas; f. Penandatanganan berita serah terima jabatan dan penyerahan memorandum apabila serah terima jabatan dilakukan bersamaan waktunya dengan upacara pelantikan; g. Sambutan pejabat yang melantik; h. Pembacaan do’a; dan i. Pemberian ucapan selamat dilanjutkan dengan ramah tamah.
