Pasal 11
BAB 4 — TATA TEMPAT
(1) Tata Tempat dalam Acara Kenegaraan dan Acara Resmi di Ibukota Negara Republik INDONESIA ditentukan dengan urutan: a. PRESIDEN Republik INDONESIA; b. Wakil PRESIDEN Republik INDONESIA; c. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik INDONESIA; d. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik INDONESIA; e. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik INDONESIA;
f. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik INDONESIA; g. Ketua Mahkamah Agung Republik INDONESIA; h. Ketua Mahkamah Konstitusi Republik INDONESIA; i. Ketua Komisi Yudisial Republik INDONESIA; j. Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik INDONESIA; k. Duta besar/Kepala Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional; l. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik INDONESIA, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik INDONESIA, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik INDONESIA, Gubernur Bank INDONESIA, Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Umum, Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik INDONESIA, Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik INDONESIA, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Republik INDONESIA, dan Wakil Ketua Komisi Yudisial Republik INDONESIA, Wakil Ketua Komisi Nasional Republik INDONESIA; m. Menteri, pejabat setingkat menteri, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik INDONESIA, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik INDONESIA, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik INDONESIA; n. Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Tentara Nasional INDONESIA; o. Pemimpin partai politik yang memiliki wakil di Dewan Perwakilan Rakyat Republik INDONESIA; p. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik INDONESIA, Ketua Muda dan Hakim Agung Mahkamah Agung Republik INDONESIA, Hakim Mahkamah Konstitusi Republik INDONESIA, dan anggota Komisi Yudisial Republik INDONESIA; q. Pemimpin lembaga negara yang ditetapkan sebagai pejabat negara, pemimpin lembaga negara lainnya yang ditetapkan dengan UNDANG-UNDANG, Deputi
Gubernur Senior dan Deputi Gubernur Bank INDONESIA, serta Wakil Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Umum; r. Gubernur kepala daerah; s. Pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, Wakil Menteri, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Tentara Nasional INDONESIA, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik INDONESIA, Wakil Jaksa Agung Republik INDONESIA, Wakil Gubernur, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi, pejabat eselon I atau yang disetarakan; t. Bupati/walikota dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota; dan u. Pimpinan tertinggi representasi organisasi keagamaan tingkat nasional yang secara faktual diakui keberadaannya oleh Pemerintah dan masyarakat. (2) Tata Tempat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diadakan di luar Ibukota Negara Republik INDONESIA diatur dengan berpedoman pada urutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
