Pasal 10
BAB 2 — CUTI
(1) Cuti ibadah haji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a diberikan dengan ketentuan: a. telah berdinas selama 5 (lima) tahun secara terus-menerus, untuk pertama kali melaksanakan ibadah haji; dan b. setiap 5 (lima) tahun sekali, untuk ibadah haji yang kedua kali dan seterusnya. (2) Cuti ibadah haji dengan Ongkos Naik Haji (ONH) biasa, diberikan paling lama 45 (empat puluh lima) hari. (3) Cuti ibadah haji dengan ONH Plus, diberikan paling lama 30 (tiga puluh) hari. (4) Pegawai yang melakukan Cuti ibadah haji tidak diIzinkan untuk Cuti umroh pada tahun yang sama. (5) Pegawai yang baru melaksanakan Cuti ibadah haji, tidak diberikan hak untuk melaksanakan Cuti tahunan atau Cuti tahunan ke luar negeri dalam jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan.
