Pasal 57
BAB 2 — PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN SAMPAH
(1) Pemilahan Sampah yang Timbul Akibat Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) huruf a dilakukan di Sarana Pengelolaan Sampah yang Timbul Akibat Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (3). (2) Pemilahan Sampah yang Timbul Akibat Bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan berdasarkan jenis Sampah yang meliputi: a. Sampah yang Mengandung B3 dan/atau Limbah B3; b. bangkai binatang; dan c. Sampah lainnya. (3) Sampah yang Mengandung B3 dan/atau Limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri atas: a. produk rumah tangga yang mengandung B3 dan/atau Limbah B3; b. Sampah bekas kemasan produk yang mengandung B3 dan/atau Limbah B3 dan tidak digunakan lagi; c. Sampah barang elektronik yang telah rusak dan/atau tidak digunakan lagi; dan/atau d. B3 kedaluwarsa dan B3 tumpah. (4) Terhadap bangkai binatang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dilakukan dengan penguburan atau pembakaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (5) Sarana Pengelolaan Sampah yang Timbul Akibat Bencana berupa: a. wadah; dan/atau b. area pemilahan Sampah yang Timbul Akibat Bencana. (6) Wadah sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a harus memenuhi ketentuan: a. dibedakan sesuai dengan jenis Sampah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2); b. kedap air; c. tertutup; d. mudah dipindahkan; e. mudah dikosongkan dan dibersihkan; dan f. memiliki volume wadah yang disesuaikan dengan jumlah timbulan Sampah. (7) Area pemilahan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b harus memenuhi ketentuan:
a. luas area disesuaikan dengan jumlah dan jenis timbulan Sampah yang Timbul Akibat Bencana; b. berada sedekat mungkin dengan daerah pelayanan dalam radius tidak melebih radius 1 (satu) kilometer; c. lokasi mudah diakses; dan d. terlindung dari hujan.
