Pasal 10
BAB 3 — TATA CARA PENARIKAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG
(1) Rancangan UNDANG-UNDANG yang dalam proses pembahasan pada Pembicaraan Tingkat I dapat dilakukan penarikan. (2) Penarikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibicarakan dan disetujui bersama antara alat kelengkapan dewan yang ditugasi untuk membahas Rancangan UNDANG-UNDANG dan menteri yang ditunjuk oleh PRESIDEN. (3) Pembicaraan dan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dalam rapat kerja. (4) Rapat kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mengambil keputusan setelah terlebih dahulu dilakukan: a. pengantar pimpinan alat kelengkapan dewan yang ditugasi untuk membahas rancangan UNDANG-UNDANG; b. pendapat akhir PRESIDEN yang dilakukan oleh menteri yang ditugasi; dan c. pendapat mini fraksi sebagai sikap akhir; (5) Pengambilan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan sesuai mekanisme pengambilan keputusan. (6) Hasil pengambilan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) harus ditandatangani oleh pimpinan alat kelengkapan dewan yang ditugasi untuk membahas rancangan UNDANG-UNDANG, wakil fraksi, dan menteri yang mewakili PRESIDEN. (7) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disampaikan oleh Pimpinan alat kelengkapan dewan yang ditugasi untuk membahas rancangan UNDANG-UNDANG dalam rapat paripurna DPR.
