Pasal 11
pasal.id
Surat permohonan keberangkatan ke luar negeri harus memuat: .......... a. nama dan jabatan; b. Nomor Induk Pegawai (NIP); c. tujuan kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri; d. kota dan negara yang dituju; e. jangka waktu penugasan; f. sumber pembiayaan; g. surat keputusan penunjukan sebagai Tenaga INDONESIA dilampirkan khusus untuk Tenaga INDONESIA. 58. Penulisan bilangan dalam Pasal atau ayat selain menggunakan angka Arab diikuti dengan kata atau frasa yang ditulis diantara tanda baca kurung. 59. Jika merumuskan pasal atau ayat dengan bentuk tabulasi, memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. setiap rincian harus dapat dibaca sebagai satu rangkaian kesatuan dengan frasa pembuka; b. setiap rincian diawali dengan huruf (abjad) kecil dan diberi tanda baca titik (.); c. setiap frasa dalam rincian diawali dengan huruf kecil; d. setiap rincian diakhiri dengan tanda baca titik koma (;); e. jika suatu rincian dibagi lagi ke dalam unsur yang lebih kecil, maka unsur tersebut dituliskan masuk ke dalam;
f. di belakang rincian yang masih mempunyai rincian lebih lanjut diberi tanda baca titik dua (:); g. pembagian rincian (dengan urutan makin kecil) ditulis dengan abjad kecil yang diikuti dengan tanda baca titik (contoh: a.); angka Arab diikuti dengan tanda baca titik (contoh: 1.); abjad kecil dengan tanda baca kurung tutup (contoh: a)); angka Arab dengan tanda baca kurung tutup (contoh: 1.); dan h. pembagian rincian hendaknya tidak melebihi 4 (empat) tingkat. Jika rincian melebihi 4 (empat) tingkat, pasal yang bersangkutan ke dalam pasal atau ayat lain. 60. Jika unsur atau rincian dalam tabulasi dimaksudkan sebagai rincian kumulatif, ditambahkan kata dan yang diletakkan di belakang rincian kedua dari rincian terakhir. 61. Jika rincian dalam tabulasi dimaksudkan sebagai rincian alternatif ditambahkan kata atau yang diletakkan di belakang rincian kedua dari rincian terakhir. 62. Jika rincian dalam tabulasi dimaksudkan sebagai rincian kumulatif dan alternatif, ditambahkan kata dan/atau yang diletakkan di belakang rincian kedua dari rincian terakhir. 63. Kata dan, atau, dan/atau tidak perlu diulangi pada akhir setiap unsur atau rincian. 64. Tiap rincian ditandai dengan huruf a, huruf b, dan seterusnya. Contoh:
