Pasal 4
(1) Pengadaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi: a. pembelian tanah yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); b. pembangunan baru/revitalisasi, renovasi/restorasi yang mengubah luas bangunan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); c. perolehan tanah dan/atau bangunan yang ditempuh melalui mekanisme sewa, pinjam pakai, bangun guna serah (BGS), bangun serah guna (BSG), dan tukar guling. (2) Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf c merupakan tanah yang diperuntukkan bagi Bangunan Gedung Negara. (3) Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c merupakan Bangunan Gedung Negara. (4) Bangunan Gedung Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan menjadi: a. gedung perkantoran; dan b. rumah negara. (5) Bangunan Gedung Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diklasifikasikan berdasarkan: a. tingkat kompleksitas; dan b. pengguna.
