Pasal 14
(1) Pegawai wanita yang cuti melahirkan untuk melaksanakan persalinan anak pertama sampai dengan anak ketiga terhitung sejak diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dikenakan pemotongan Tunjangan Kinerja sebagai berikut: a. untuk paling lama 20 (dua puluh) hari kerja setelah melahirkan tidak dikenakan potongan Tunjangan Kinerja; dan b. mulai hari kerja kedua puluh satu sampai dengan masa cuti melahirkan berakhir dikenakan potongan Tunjangan Kinerja sebesar 1,5% (satu koma lima persen). (2) Dalam hal Pegawai wanita yang cuti melahirkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah berakhir masa cuti melahirkan dapat memperpanjang cuti melahirkan untuk paling lama 30 (tiga puluh) hari
kalender berdasarkan dengan surat keterangan dokter pemerintah. (3) Perpanjangan cuti untuk paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan pemotongan Tunjangan Kinerja sebesar 2% (dua persen) per hari kerja. (4) Pegawai yang menjalani cuti melahirkan melebihi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan pemotongan Tunjangan Kinerja sebesar 3% (tiga persen) per hari kerja.
- Ketentuan ayat (6) dihapus dan ayat (7) Pasal 21 diubah sehingga Pasal 21 berbunyi sebagai berikut:
