Pasal 46
BAB 5 — PENAGIHAN DAN PENYETORAN
(1) Surat penagihan yang didasarkan atas SKP2K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (1) huruf c diterbitkan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak SKP2K ditetapkan. (2) Dalam hal Pegawai Negeri Bukan Bendahara yang telah menyebabkan Kerugian Negara atau Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris tidak melaksanakan penyetoran ganti Kerugian Negara ke kas negara berdasarkan surat penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPKN Badan menerbitkan surat penagihan kedua yang memuat: a. kewajiban Pegawai Negeri Bukan Bendahara yang telah menyebabkan Kerugian Negara atau Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris untuk melaksanakan penyetoran ganti Kerugian Negara ke kas negara; dan b. batas waktu penyetoran ganti Kerugian Negara. (3) Dalam hal Pegawai Negeri Bukan Bendahara yang telah menyebabkan Kerugian Negara atau Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris tidak melaksanakan penyetoran ganti Kerugian Negara ke kas negara berdasarkan surat penagihan kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (2), PPKN Badan menerbitkan surat penagihan ketiga yang memuat: a. kewajiban Pegawai Negeri Bukan Bendahara yang telah menyebabkan Kerugian Negara atau Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris untuk melaksanakan penyetoran ganti Kerugian Negara ke kas negara;
b. batas waktu penyetoran ganti Kerugian Negara; c. pernyataan bahwa Pegawai Negeri Bukan Bendahara yang telah menyebabkan Kerugian Negara atau Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris telah wanprestasi; dan d. informasi mengenai pelaksanaan sita jaminan terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara yang telah menyebabkan Kerugian Negara atau Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris yang tidak melaksanakan penyetoran ganti Kerugian Negara ke kas negara sesuai dengan jangka waktu sebagaimana dimaksud pada huruf b.
