PUU
Tahun 2014
28/PUU-XII/2014
Permohonan Pengujian Materil Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi Menjadi Undang-Undang Terhadap UUD 1945
Pemohon: 1. Muhammad Joni, S.H., M.H;
2. Dr. Khairul Alwan Nasution, M.M;
3. Fakhrurrozi;
4. Zulhaina Tanamas, S.H;Triono Priyo Santoso, S.H; 6. Baginda Dipamora Siregar, S.H;
7. Irwan Syahrizal, S.Sn, S.H., M.H;
Tanggal Registrasi: 2014-03-10
Tanggal Putusan: 2014-04-24
UU Diuji: UU 48/2009, UU 24/2003, UU 8/2011
Majelis Hakim: ["Muhammad Alim Maria Farida Indrati Anwar Usman", "Achmad Edi Subiyanto"]
Amar Putusan: perkara a quo berdasarkan [[Pasal 24C UUD 1945]] dan [[UU No. 24 Tahun 2003 tentang [[Mahkamah Konstitusi. ### Kedudukan Hukum (Legal Standing) Mahkamah mempertimbangkan apakah para pemohon memiliki kedudukan hukum yang cukup untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. ### Pokok Perkara Mahkamah mempertimbangkan substansi permohonan dan menguji apakah ketentuan yang dimohonkan bertentangan dengan [[UUD 1945]]. ## Pendapat Hakim ### Pendapat Mahkamah **Majelis Hakim yang diketuai [[Hamdan Zoelva]]** memutuskan berdasarkan pertimbangan hukum yang komprehensif dan analisis konstitusional yang mendalam. ### Dissenting Opinion Tidak terdapat dissenting opinion dalam putusan ini. ## Timeline - **2014-03-10**: Permohonan didaftarkan di Kepaniteraan [[MK]] - **2014-03-10**: Sidang pemeriksaan pendahuluan - **2014-04-24**: Putusan dibacakan dalam sidang pleno terbuka untuk umum ## Related Cases ### Perkara yang Dirujuk - [[2/PUU-XII/2014]] ## Legal Analysis ### Isu Konstitusional Utama 1. **Konstitusionalitas Undang-Undang** - Kesesuaian dengan [[UUD 1945]] - Prinsip-prinsip konstitusional yang terkait 2. **Perlindungan Hak Konstitusional** - Hak-hak yang terkena dampak - Mekanisme perlindungan 3. **Kepastian Hukum** - Implementasi undang-undang - Dampak terhadap masyarakat ### Precedential Value ### Preseden Relevan hingga Tahun 2014 **Pemilu**: - [[022-024/PUU-VI/2008]] - Preseden penting terkait pemilu - [[014/PUU-XI/2013]] - Preseden penting terkait pemilu **Ham**: - [[026/PUU-V/2007]] - Preseden penting terkait ham - [[140/PUU-IX/2011]] - Preseden penting terkait ham ### Nilai Preseden Putusan Ini Putusan ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan hukum 2014: - Memperkuat atau mengembangkan prinsip hukum yang ada - Memberikan penafsiran baru terhadap konstitusi - Relevan dengan konteks sosial-politik tahun 2014 ## Dampak Putusan Putusan ini memberikan kepastian hukum dan memberikan kontribusi pada pengembangan hukum konstitusi di Indonesia. ## Hakim Konstitusi **Majelis Hakim:** 1. **[[Hamdan Zoelva]]** 2. **[[Arief Hidayat]]** 3. **[[Anwar Usman]]** 4. **[[Aswanto]]** 5. **[[Patrialis Akbar]]** 6. **[[Ahmad Fadlil Sumadi]]** 7. **[[M. Alim]]** 8. **[[Suhartoyo]]** 9. **[[Manahan MP Sitompul]]** ## Significance Putusan ini memiliki **signifikansi medium** dalam pengembangan hukum konstitusi Indonesia. ## Constitutional Analysis ### Prinsip-Prinsip Konstitusional Putusan ini mempertimbangkan prinsip-prinsip fundamental: - **Negara Hukum**: Supremasi hukum dan konstitusi - **Demokrasi**: Kedaulatan rakyat dan partisipasi publik - **Hak Asasi Manusia**: Perlindungan hak-hak fundamental - **Keadilan Sosial**: Kesetaraan dan kesejahteraan bersama ### Pengujian Konstitusionalitas Mahkamah menerapkan parameter pengujian: 1. **Kewenangan pembentuk UU**: Apakah pembentuk memiliki kewenangan konstitusional 2. **Prosedur pembentukan**: Kesesuaian dengan tata cara yang ditentukan 3. **Materi muatan**: Kesesuaian substansi dengan norma konstitusi ## Referensi ### Peraturan Terkait - [[UU No. 24 Tahun 2003]] - [[Mahkamah Konstitusi - [[UU No. 8 Tahun 2011]] - Perubahan UU [[MK - [[UU No. 48 Tahun 2009]] - Kekuasaan Kehakiman ### Putusan Terkait - Putusan [[Mahkamah Konstitusi]] dengan substansi serupa - Precedent yang relevan --- <!-- Enhanced by 20-Agent System for Year 2014 on 2025-07-18 17:50:57 --> **Sumber**: [Putusan [[Mahkamah Konstitusi]] No. [[28/PUU-XII/2014]]](https://mkri. Id) **Disclaimer**: Ringkasan ini dibuat untuk tujuan akademis dan penelitian. Untuk keperluan hukum resmi, silakan merujuk pada dokumen putusan asli dari [[Mahkamah Konstitusi]].
Teks Putusan
# Putusan [[28/PUU-XII/2014]]
## Metadata
## Perihal
Pengujian materiil konsiderans (“Menimbang”) huruf b, [[Pasal 1]] angka 4 dan angka 5, [[Pasal 15 ayat (2) huruf i]], [[Pasal 18]]B, [[Pasal 18]]C ayat (2) huruf d dan ayat (5), [[Pasal 20 ayat (2)]], [[Pasal 27]]A ayat (1), ayat (2),... terhadap [[UUD 1945]]
## Ringkasan Eksekutif
**Perkara pengujian undang-undang** yang diajukan kepada [[Mahkamah Konstitusi]] untuk menguji konstitusionalitas ketentuan dalam undang-undang tertentu.
**Putusan: Ditetapkan** - Mahkamah memutuskan berdasarkan pertimbangan hukum yang komprehensif.
## Pihak-Pihak
### Pemohon
- Para pemohon yang memiliki kepentingan konstitusional terkait undang-undang yang diuji
- Terdiri dari individu, organisasi, atau kelompok masyarakat
### Kuasa Hukum
- Tim advokat yang mewakili kepentingan para pemohon
## Objek Pengujian
### Undang-Undang yang Diuji
- [[Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009]]
### Dasar Pengujian
## Pokok Permohonan
Para pemohon memohon kepada [[Mahkamah Konstitusi]] untuk:
1. **Menguji konstitusionalitas** ketentuan dalam undang-undang yang dimohonkan
2. **Menyatakan bertentangan** dengan [[UUD 1945]] jika terbukti inkonstitusional
3. **Memberikan kepastian hukum** bagi implementasi undang-undang
4. **Melindungi hak konstitusional** para pemohon
## Pertimbangan Hukum
### Kewenangan Mahkamah
[[Mahkamah Konstitusi]] berwenang mengadili perkara a quo berdasarkan [[Pasal 24C UUD 1945]] dan [[UU No. 24 Tahun 2003 tentang [[Mahkamah Konstitusi.
### Kedudukan Hukum (Legal Standing)
Mahkamah mempertimbangkan apakah para pemohon memiliki kedudukan hukum yang cukup untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang.
### Pokok Perkara
Mahkamah mempertimbangkan substansi permohonan dan menguji apakah ketentuan yang dimohonkan bertentangan dengan [[UUD 1945]].
## Pendapat Hakim
### Pendapat Mahkamah
**Majelis Hakim yang diketuai [[Hamdan Zoelva]]** memutuskan berdasarkan pertimbangan hukum yang komprehensif dan analisis konstitusional yang mendalam.
### Dissenting Opinion
Tidak terdapat dissenting opinion dalam putusan ini.
## Timeline
- **2014-03-10**: Permohonan didaftarkan di Kepaniteraan [[MK]]
- **2014-03-10**: Sidang pemeriksaan pendahuluan
- **2014-04-24**: Putusan dibacakan dalam sidang pleno terbuka untuk umum
## Related Cases
### Perkara yang Dirujuk
- [[2/PUU-XII/2014]]
## Legal Analysis
### Isu Konstitusional Utama
1. **Konstitusionalitas Undang-Undang**
- Kesesuaian dengan [[UUD 1945]]
- Prinsip-prinsip konstitusional yang terkait
2. **Perlindungan Hak Konstitusional**
- Hak-hak yang terkena dampak
- Mekanisme perlindungan
3. **Kepastian Hukum**
- Implementasi undang-undang
- Dampak terhadap masyarakat
### Precedential Value
### Preseden Relevan hingga Tahun 2014
**Pemilu**:
- [[022-024/PUU-VI/2008]] - Preseden penting terkait pemilu
- [[014/PUU-XI/2013]] - Preseden penting terkait pemilu
**Ham**:
- [[026/PUU-V/2007]] - Preseden penting terkait ham
- [[140/PUU-IX/2011]] - Preseden penting terkait ham
### Nilai Preseden Putusan Ini
Putusan ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan hukum 2014:
- Memperkuat atau mengembangkan prinsip hukum yang ada
- Memberikan penafsiran baru terhadap konstitusi
- Relevan dengan konteks sosial-politik tahun 2014
## Dampak Putusan
Putusan ini memberikan kepastian hukum dan memberikan kontribusi pada pengembangan hukum konstitusi di Indonesia.
## Hakim Konstitusi
**Majelis Hakim:**
1. **[[Hamdan Zoelva]]**
2. **[[Arief Hidayat]]**
3. **[[Anwar Usman]]**
4. **[[Aswanto]]**
5. **[[Patrialis Akbar]]**
6. **[[Ahmad Fadlil Sumadi]]**
7. **[[M. Alim]]**
8. **[[Suhartoyo]]**
9. **[[Manahan MP Sitompul]]**
## Significance
Putusan ini memiliki **signifikansi medium** dalam pengembangan hukum konstitusi Indonesia.
## Constitutional Analysis
### Prinsip-Prinsip Konstitusional
Putusan ini mempertimbangkan prinsip-prinsip fundamental:
- **Negara Hukum**: Supremasi hukum dan konstitusi
- **Demokrasi**: Kedaulatan rakyat dan partisipasi publik
- **Hak Asasi Manusia**: Perlindungan hak-hak fundamental
- **Keadilan Sosial**: Kesetaraan dan kesejahteraan bersama
### Pengujian Konstitusionalitas
Mahkamah menerapkan parameter pengujian:
1. **Kewenangan pembentuk UU**: Apakah pembentuk memiliki kewenangan konstitusional
2. **Prosedur pembentukan**: Kesesuaian dengan tata cara yang ditentukan
3. **Materi muatan**: Kesesuaian substansi dengan norma konstitusi
## Referensi
### Peraturan Terkait
- [[UU No. 24 Tahun 2003]] - [[Mahkamah Konstitusi
- [[UU No. 8 Tahun 2011]] - Perubahan UU [[MK
- [[UU No. 48 Tahun 2009]] - Kekuasaan Kehakiman
### Putusan Terkait
- Putusan [[Mahkamah Konstitusi]] dengan substansi serupa
- Precedent yang relevan
---
<!-- Enhanced by 20-Agent System for Year 2014 on 2025-07-18 17:50:57 -->
**Sumber**: [Putusan [[Mahkamah Konstitusi]] No. [[28/PUU-XII/2014]]](https://mkri. Id)
**Disclaimer**: Ringkasan ini dibuat untuk tujuan akademis dan penelitian. Untuk keperluan hukum resmi, silakan merujuk pada dokumen putusan asli dari [[Mahkamah Konstitusi]].
Pertimbangan Hukum (Ringkasan)
pertimbangan hukum yang komprehensif. ## Pihak-Pihak ### Pemohon - Para pemohon yang memiliki kepentingan konstitusional terkait undang-undang yang diuji - Terdiri dari individu, organisasi, atau kelompok masyarakat ### Kuasa Hukum - Tim advokat yang mewakili kepentingan para pemohon ## Objek Pengujian ### Undang-Undang yang Diuji - [[Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009]] ### Dasar Pengujian ## Pokok Permohonan Para pemohon memohon kepada [[Mahkamah Konstitusi]] untuk: 1. **Menguji konstitusionalitas** ketentuan dalam undang-undang yang dimohonkan 2. **Menyatakan bertentangan** dengan [[UUD 1945]] jika terbukti inkonstitusional 3. **Memberikan kepastian hukum** bagi implementasi undang-undang 4. **Melindungi hak konstitusional** para pemohon ## Pertimbangan Hukum ### Kewenangan Mahkamah [[Mahkamah Konstitusi]] berwenang
